KEBERSAMAAN

KEBERSAMAAN

Kamis, 31 Maret 2011

Dikenal Galak Namun Bu Sular Ukir Banyak Prestasi

Di mata murid-muridnya, Bu Sular (55 th) dikenal sebagai guru yang galak. Betapa tidak, mendengar suara sepatunya saja saat hendak memasuki ruang kelas, para siswa langsung cek klakep (langsung diam dan tidak banyak kutik -red). Padahal guru matematika ini tak nampak sedang membawa senjata apapun saat mengajar. Ah, sikap siswa ini barangkali bukan karena takut, tetapi justru timbul karena para siswa merasa segan pada Bu Sular.
       Sebagai guru matematika, alumnus Universitas Wisnuwardhana Malang ini dikenal dengan predikat guru 1001 jurus jitu. Di sekolahnya kini, SMA Negeri 1 Kota Batu, Bu Sular juga dikenal disiplin dan agak keras dalam mengajar. Metode mengajar seperti ini ditempuh penyandang anugerah juara I guru berprestasi nasional tahun 2001 ini, agar siswa memiliki pribadi yang kuat dan semangat tinggi untuk belajar.
“Saya tidak merasa lebih pandai daripada murid-murid yang saya ajar. Saya hanya lebih cepat satu malam untuk belajar sebelum saya mengajar pagi harinya,” demikian prinsip Bu Sular.
Dengan prinsip ini, Bu Sular selalu percaya bahwa semua orang bisa memiliki kemampuan yang lebih daripada dirinya. Bukan dengan sim salabim, seorang Sular bisa meraih segudang prestasi baik di bidang matematika maupun di bidang pendidikan secara umum. “Karena saya memang sangat peduli dengan pendidikan anak-anak,” lanjut ibu satu putra ini.
         Sejak duduk di bangku SMP, keinginan Bu Sular untuk maju sudah terlihat. Dari kawasan pinggiran kabupaten Malang, di Kasembon, Bu Sular rela hijrah ke Batu agar bisa menempuh pendidikan dengan lebih baik di SMP K Widyatama. “Sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi berhubung jaman dulu masih sepi, jadi saya harus ikut tinggal di tempat saudara di Batu,” kenangnya.
Bertahap, Bu Sular memulai mengukir prestasi. Meski sudah berhasil menamatkan pendidikan di SMA Negeri Pare, putri kepala desa ini masih berjuang untuk memelajari bidang eksak yang digemarinya hingga mendapatkan gelar sarjana muda di IKIP Negeri Malang. “Baru kemudian saya mulai mengajar di SMP,” tuturnya.
       Anehnya, pada masa itu Bu Sular juga memiliki perasaan minder daripada teman-temannya. Pasalnya ia berasal dari daerah, sedangkan teman-temannya banyak yang berasal dari kota Malang. “Jadi pada saat memilih sekolah untuk mengajar pun saya tidak berani memilih mengajar di sekolah-sekolah negeri apalagi yang bagus,” cerita guru yang juga mengajar di sebuah Lembaga Bimbingan Belajar di Batu ini.
Ia merasa, kemampuannya belum memadai untuk mengajar di sekolah favorit, padahal banyak teman-teman yang memberikan dukungan padanya. Ia pun mulai mengawali karirnya di sebuah sekolah swasta. Baru beberapa tahun kemudian ia memiliki kesempatan menjadi guru di sekolah negeri yang sampai sekarang masih menjadi tempatnya bekerja, yakni SMA Negeri 1 Batu. “Untungnya saya bisa memilih untuk di tempatkan di Batu,” ujar Sular saat ditemui di rumahnya.
       Tahun demi tahun membuatnya berpikir dan mencari solusi agar matematika tidak menjadi momok bagi para siswa. Hasilnya, ia memiliki jurus-jurus jitu yang kemudian ia tularkan kepada para siswanya, sehingga tak jarang pula rekan-rekan guru menganggap Sular mampu mengerjakan soal-soal matematika meski dengan melihat saja. “Mungkin karena sudah terbiasa dengan cara-cara singkat,” ujarnya sambil tertawa saat menanggapi komentar tentang dirinya.
Ditanya tentang sebab dirinya mencintai matematika, Sular mengatakan bahwa memelajari matematika adalah sama dengan memberikan waktu kepada otak kita untuk berpikir. “Mau tidak mau kita harus mencari solusi untuk memecahkan soal yang kita hadapi,” tuturnya memberikan alasan.
Lebih dari itu, perempuan yang kini banyak menjadi pembicara dalam seminar-seminar pendidikan ini mengatakan bahwa dengan berlatih matematika akan membawa diri untuk terbiasa berpikir logis. “Kalau terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka akan memudahkan untuk memelajari pelajaran yang lain juga,” katanya.
       Karena itulah ia selalu mengajak siswa untuk tidak menyerah saat merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika. Sular juga mengakui bahwa dengan begitu, seseorang akan dilatih untuk bersabar. “Meskipun suatu soal dapat dikerjakan denngan cara cepat, siswa harus tetap memahami konsep untuk memudahkan mereka menyelesaikan soal-soal lain yang serupa,” tegas guru yang banyak memberikan solusi dalam pembelajaran matematika lewat karya-karyanya.
Ia pun rela disebut sebagai guru yang galak karena tidak mau bertoleransi terhadap siswanya yang lupa tidak mengerjakan tugas. Ia pun meyakinkan siswanya bahwa dengan banyak cara mereka bisa menyelesaikan soal sesulit apapun. “Saya hanya membiasakan mereka untuk disiplin, bukan membuat mereka semakin tidak suka pada matematika,” pungkas guru yang selalu siap membimbing siswanya yang kesulitan belajar matematika ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar